Sapi
Jersey berasal dari pulau Jersey di Inggris, digunakan sebagai penghasil susu.
Ukuran sapi kecil berkisar 360 sampai 540 kg untuk sapi betina dan 540 sd 820
kg untuk sapi pejantan. Sapi perah Jersey ini tergolong sapi yang tenang, kalem
dan jinak, namun agak sedikit mudah nervous dibanding sapi perah lain. Jenis
sapi ini belum ada di Indonesia. Warna sapi bervariasi dari abu-abu terang
sampai hitam. Paha, kepala dan bahu sapi warnanya lebih gelap daripada warna tubuhnya.
Jersey memiliki susu dengan kandungan lemak tinggi di banding dengan susu dari
sapi perah lainnya, kadar lemak tinggi sering diikuti dengan kadar protein yang
tinggi pula. Secara fisik Jersey adalah bangsa sapi perah terkecil dan memproduksi
susu dalam jumlah terkecil dibandingkan breed yang lain. Namun demikian sapi
ini tetap berharga karena kandungan lemak susunya yang tinggi yang sangat
dibutuhkan untuk pembuatan produk olahan ternak yang lebih berkualitas. Rata-rata
produksi susunya adalah 13.400 lbs dengan kandungan lemak 4,7 %.sehingga bagus
untuk dibuat mentega atau keju. Berdasarkan American Jersey Cattle
Association (AJCA), susu sapi Jersey mempunyai kandungan protein 15-20 persen
lebih tinggi, mempunyai kandungan kalsium 15-18 persen lebih tinggi, mempunyai
kandungan fosfor 10-12 persen lebih tinggi dibanding susu sapi yang lain
termasuk kandungan vitamin B12.
Dalam
hal produksi susu, Sapi Jersey memproduksi susu jauh lebih tinggi perkilogram
berat badannya. Sapi perah Jersey ini mampu mencapai produksi susu 5000 kg per
ekor pertahun. Pada sapi perah Jersey yang bagus bahakna bisa mencapai 9000 kg
atau lebih per ekor pertahun. Dan karena ukuran badannya kecil, dengan jumlah
pakan yang lebih sedikit sapi perah Jersey memproduksi susu lebih banyak.
Kebutuhan pakan sapi perah Jersey ini hanya 80 persen dari kebutuhan pakan sapi
perah FH.
Dalam
urusan reproduksi, Jersey juga termasuk bagus. Berdasarkan AJCA, masalah yang
terkait dengan kesulitan kelahiran sangat rendah yaitu dibawah 1 persen. Sapi
dara Jersey memasuki masa reproduksi jauh lebih cepat dibanding sapi-sapi yang
lain, sehingga bisa dikawinkan dan diperah susunya lebih awal dari sapi perah
yang lain. Menurut Jersey Cattle Society, sapi perah Jersey sudah beranak pada
umur 19-20 bulan. Sapi Jersey mempunyai tingkat fertilitas yang tinggi. Sapi
perah Jersey juga mempunyai lama waktu berproduksi lebih lama dibanding
sapi perah yang lain.
Sapi
Jersey juga mempunyai daya adaptasi yang tinggi termasuk beradaptasi pada
lingkungan yang panas atau tropis. Penelitian di Denmark menunjukkan bahwa sapi
perah Jersey ini juga lebih tahan penyakit dibanding sapi perah yang lain. Sapi
perah ini mampu berkembang dengan baik dengan bermacam bentuk pemeliharaan baik
dikandangkan maupun dilepas pada padang gembalaan.
Saat
ini sapi Jersey sudah banyak ditemukan di Australia, Kanada, Denmark, Selandia
Baru, Afrika Selatan, Zimbabwe, Amerika Serikat dan tentu saja di Inggris.
Sebagai
bekas jajahan Inggris, Sapi Jersey dibawa ke India dan dikawinsilangkan dengan
bangsa sapi Asia untuk meningkatkan kualitas produksi susu. Sapi perah
Jersey ini mampu beradaptasi dengn baik pada kondisi terpanas di beberapa
daerah di Brazil.
Sepertinya
sapi perah ini juga cocok untuk dikembangkan di Indonesia, dimana umumnya dalam
bentuk peternakan rakyat yang jumlah pemeliharaannya tidak banyak. Dan karena
kecil ukurannya serta kebutuhan pakan tidak sebanyak sapi perah FH, maka lebih
mudah memelihara dengan produksi susu yang bagus dan tinggi, yang tentu saja
akan memberikan hasil pendapatan yang lebih tinggi pula.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar