Minggu, 12 Oktober 2014

Sapi Jersey



Sapi Jersey berasal dari pulau Jersey di Inggris, digunakan sebagai penghasil susu. Ukuran sapi kecil berkisar 360 sampai 540 kg untuk sapi betina dan 540 sd 820 kg untuk sapi pejantan. Sapi perah Jersey ini tergolong sapi yang tenang, kalem dan jinak, namun agak sedikit mudah nervous dibanding sapi perah lain. Jenis sapi ini belum ada di Indonesia. Warna sapi bervariasi dari abu-abu terang sampai hitam. Paha, kepala dan bahu sapi warnanya lebih gelap daripada warna tubuhnya. Jersey memiliki susu dengan kandungan lemak tinggi di banding dengan susu dari sapi perah lainnya, kadar lemak tinggi sering diikuti dengan kadar protein yang tinggi pula. Secara fisik Jersey adalah bangsa sapi perah terkecil dan memproduksi susu dalam jumlah terkecil dibandingkan breed yang lain. Namun demikian sapi ini tetap berharga karena kandungan lemak susunya yang tinggi yang sangat dibutuhkan untuk pembuatan produk olahan ternak yang lebih berkualitas. Rata-rata produksi susunya adalah 13.400 lbs dengan kandungan lemak 4,7 %.sehingga bagus untuk dibuat mentega atau keju. Berdasarkan  American Jersey Cattle Association (AJCA), susu sapi Jersey mempunyai kandungan protein 15-20 persen lebih tinggi, mempunyai kandungan kalsium 15-18 persen lebih tinggi, mempunyai kandungan fosfor 10-12 persen lebih tinggi dibanding susu sapi yang lain termasuk kandungan vitamin B12.
Dalam hal produksi susu, Sapi Jersey memproduksi susu jauh lebih tinggi perkilogram berat badannya. Sapi perah Jersey ini mampu mencapai produksi susu 5000 kg per ekor pertahun. Pada sapi perah Jersey yang bagus bahakna bisa mencapai 9000 kg atau lebih per ekor pertahun. Dan karena ukuran badannya kecil, dengan jumlah pakan yang lebih sedikit sapi perah Jersey memproduksi susu lebih banyak. Kebutuhan pakan sapi perah Jersey ini hanya 80 persen dari kebutuhan pakan sapi perah FH.
Dalam urusan reproduksi, Jersey juga termasuk bagus. Berdasarkan AJCA, masalah yang terkait dengan kesulitan kelahiran sangat rendah yaitu dibawah 1 persen. Sapi dara Jersey memasuki masa reproduksi jauh lebih cepat dibanding sapi-sapi yang lain, sehingga bisa dikawinkan dan diperah susunya lebih awal dari sapi perah yang lain. Menurut Jersey Cattle Society, sapi perah Jersey sudah beranak pada umur 19-20 bulan. Sapi Jersey mempunyai tingkat fertilitas yang tinggi. Sapi perah Jersey  juga mempunyai lama waktu berproduksi lebih lama dibanding sapi perah yang lain.
Sapi Jersey juga mempunyai daya adaptasi yang tinggi termasuk beradaptasi pada lingkungan yang panas atau tropis. Penelitian di Denmark menunjukkan bahwa sapi perah Jersey ini juga lebih tahan penyakit dibanding sapi perah yang lain. Sapi perah ini mampu berkembang dengan baik dengan bermacam bentuk pemeliharaan baik dikandangkan maupun dilepas pada padang gembalaan.
Saat ini sapi Jersey sudah banyak ditemukan di Australia, Kanada, Denmark, Selandia Baru, Afrika Selatan, Zimbabwe, Amerika Serikat dan tentu saja di Inggris.
Sebagai bekas jajahan Inggris, Sapi Jersey dibawa ke India dan dikawinsilangkan dengan bangsa sapi Asia untuk meningkatkan kualitas produksi susu.  Sapi perah Jersey ini mampu beradaptasi dengn baik pada kondisi terpanas di beberapa daerah di Brazil.
Sepertinya sapi perah ini juga cocok untuk dikembangkan di Indonesia, dimana umumnya dalam bentuk peternakan rakyat yang jumlah pemeliharaannya tidak banyak. Dan karena kecil ukurannya serta kebutuhan pakan tidak sebanyak sapi perah FH, maka lebih mudah memelihara dengan produksi susu yang bagus dan tinggi, yang tentu saja akan memberikan hasil pendapatan yang lebih tinggi pula.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar