Minggu, 12 Oktober 2014

LAPORAN SUSUNAN SYARAF PUSAT 1



Tanggal Praktikum   : 9 September 2014
Dosen Pembimbing  : Dr. Nastiti Kusumorini
Kelompok Praktikum: A.5


SUSUNAN SYARAF PUSAT I
Anggota Kelompok :
1.      Muhammad Dzaki      (D14130040)                           ….
2.      Tri Wahyudi                (D14130041)                           ….
3.      Ismail Mayntana         (D14130042)                           ….
4.      Faisal                           (D14130043)                           ….
5.      Umi Nur Cholifah       (D14130045)                           ….


DEPARTEMEN ILMU PRODUKSI DAN TEKNOLOGI PETERNAKAN
FAKULTAS PETERNAKAN
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
2014
Tujuan
Mempelajari fungsi bagian-bagian otak katak dengan menghilangkan bagian otak tersebut dan mengamati reaksi yang timbul. Pengamatan dilakukan terhadap : katak normal, katak decerebrasi, dan katak spinal.

Dasar Teori
Sistem saraf merupakan salah satu sistem koordinasi yang bertugas menyampaikan rangsangan dari reseptor untuk dideteksi dan direspon oleh tubuh. Pada manusia terdapat sistem saraf yang jauh lebih berkembang dari pada sistem saraf mahluk lain ( khususnya otak ). Sistem saraf berfungsi menerima rangsang ( stimulus ) dari lingkungan atau rangsang yang terjadi di dalam tubuh, mengubah, menghantar dan mengolah rangsang serta mengkoordinasi dan mengatur fungsi tubuh melalui impuls-impuls yang di bebaskan dari pusat ke perifer.
Sistem saraf memungkinkan makhluk hidup tanggap dengan cepat terhadap perubahan-perubahan yang terjadi di lingkungan luar maupun dalam. Untuk menanggapi rangsangan, ada tiga komponen yang harus dimiliki oleh sistem saraf, yaitu:
• Reseptor, adalah alat penerima rangsangan atau impuls. Pada tubuh kita yang bertindak sebagai reseptor adalah organ indera.
• Penghantar impuls, dilakukan oleh saraf itu sendiri. Saraf tersusun dari berkas serabut penghubung (akson). Pada serabut penghubung terdapat sel-sel khusus yang memanjang dan meluas. Sel saraf disebut neuron.
• Efektor adalah bagian yang menanggapi rangsangan yang telah diantarkan oleh penghantar impuls. Efektor yang paling penting pada manusia adalah otot dan kelenjar.
Sistem saraf terdiri atas sel-sel saraf yang disebut neuron. Neuron bergabung membentuk suatu jaringan untuk mengantarkan impuls (rangsangan). Satu sel saraf tersusun dari badan sel, dendrit, dan akson.
A. Badan sel
Badan sel saraf merupakan bagian yang paling besar dari sel saraf. Badan sel berfungsi untuk menerima rangsangan dari dendrit dan meneruskannya ke akson. Pada badan sel saraf terdapat inti sel, sitoplasma, mitokondria, sentrosom, badan golgi, lisosom, dan badan nisel. Badan nisel merupakan kumpulan retikulum endoplasma tempat transportasi sintesis protein.
B. Dendrit
Dendrit adalah serabut sel saraf pendek dan bercabang- cabang. Dendrit merupakan perluasan dari badan sel. Dendrit berfungsi untuk menerima dan mengantarkan rangsangan ke badan sel.
C. Akson
Akson disebut neurit. Neurit adalah serabut sel saraf panjang yang merupakan perjuluran sitoplasma badan sel. Di dalam neurit terdapat benang-benang halus yang disebut neurofibril. Neurofibril dibungkus oleh beberapa lapis selaput mielin yang banyak mengandung zat lemak dan berfungsi untuk mempercepat jalannya rangsangan. Selaput mielin tersebut dibungkus oleh sel- sel sachwann yang akan membentuk suatu jaringan yang dapat menyediakan makanan untuk neurit dan membantu pembentukan neurit. Lapisan mielin sebelah luar disebut neurilemma yang melindungi akson dari kerusakan. Bagian neurit ada yang tidak dibungkus oleh lapisan mielin. Bagian ini disebut dengan nodus ranvier dan berfungsi mempercepat jalannya rangsangan. 
Katak decerebrasi adalah katak yang telah dihilangkan cerebrumnya. Katak spinal adalah katak yang tinggal memiliki medulla spinalis saja. Cerebrum, cerebellum, dan medula oblongatanya telah dirusak.

Bahan dan Alat

·         Katak
·         Alat diseksi
·         Skapel
·         Gunting
·         Pinset
·         Baskom berisi air
·         arloji


Tata Kerja
         Pengamatan-pengamatan harus dicatat. Data ditulis dalam isian yang disediakan.
A.    Amatilah reaksi-reaksi berikut pada katak normal.
1.      Sikap badan (posture), deskripsikan!
2.      Gerakan-gerakan spontan, apakah katak bergerak secara spontan ? (tanpa dirangsang)
3.      Keseimbangan badan (reflek bangkit), letakkan katak pada punggungnya. Apakah katak segera bangkit atau tidak ?
4.      Kemampuan berenang, deskripsikan!
5.      Frekuensi napas (amati gerakan-gerakan bagian dasar mulut.)
6.      Frekuensi dnyut jantung (amati gerakan-gerakan lembut pada bagian sentral di sebelah posterior garis yang menghubungkan kedua kaki depan jika diregangkan.)
Catatlah hasilnya pada isiian yang disediakan.
B.     Deserebrasi
Dengan gunting runcing yang tajam, potonglah dengan cepat otaknya melintang sepanjang garis yang menghubungkan tepi-tepi anterior dari kedua gendang telinga (membrane tympani yang terletak di belakang dan di bawah kedua mata). Tunggulah 5 menit agar katak bebas dari keadaan “shock”, kemudian catatlah reaksi-reaksi seperti pada A, pemotongan itu biasanya anterior dari thalamus.

C.     Katak spinal
Rusakkan serebelum dan medulla oblongata dengan menusukkan jarum penusuk otak kira-kira 1-11/4 cm ke belakang dari tempat pemotongan terakhir. Putarkan kawatnya untuk merusakkan tenunan sarafnya. Berikan waktu 5 menit untuk kembali dari “shock” dan catat reaksi-reaksinya lagi.

Hasil Pengamatan
Perlakuan
Katak normal
Katak deserebrasi
Katak spinal
Sikap badan
45 derajat, normal dan tegak
20 derajat, masih bergerak, perutnya mulai mengempis
10 derajat,  buruk, perutnya semakin kempes dan lemas
Gerak spontan
++
Melompat, aktif
+
melompat
-
Tidak aktif
Keseimbangan
++
baik
+
Masih ada, namun tidak normal
_
Tidak ada
Berenang
Punggung dan kepala diatas air, gerakan kaki lincah dan bagus
Tenggelam

Tenggelam
Lama kelamaan melompat dari baskom
Frekuensi nafas
73 / menit
10 / menit
10 / menit
Frekuensi
denyut jantung
56 / menit
40 / menit
50 / menit

Pembahasan
Pada katak normal sikap badannya tegak dan sedikit agresif, saat diberi perlakuan bergerak dengan aktif masih sering melompat-lompat, keseimbangan badannya masih sangat bagus, katak akan segera bangkit saat diletakkan pada posisi terbalik, kemampuan berenang sangat bagus kayuhan kakinya masih sangat akurat dan kuat, frekuensi nafas serta denyut jantung cepat. Hal ini dapat terjadi karena fungsi bagian-bagian otak pada katak belum ada yang dihilangkan dan masih berfungsi dengan baik.
Otak cerebrum berfungsi sebagai pusat penglihatan, pusat merasakan panas, dingin, sentuhan dan tekanan, sebagai pusat perkembangan kecerdasan, kemauan, ingatan serta sikap, sehingga saat katak telah di potong bagian cerebrumnya tidak akan  merasakan sakit lagi. Pada katak yang telah diserebrasi, yaitu katak yang telah dihilangkan bagian otak besarnya (cerebrum). Terlihat Sikap badan katak menunjukkan posisi 20 derajat, hal ini salah karena setelah serebrum di rusak otot katak akan mengalami kekakuan, akibat dari kekakuan otot itu seharusnya posisi tubuh katak akan lebih tegak melebihi katak normal yang belum dihilangkan serebrumnya. Gerak spontan pada katak masih ada, katak meloncat bila diberi gangguan. 
  Katak yang di masukan dalam air tenggelam, hal ini terjadi karena kelompok kami terburu-buru saat melakukan pengamatan, setelah di potong katak harus di biarkan beberapa saat untuk menghilangkan shock dan untuk menunggu efek yang timbul. Katak yang tenggelam dalam air menurut analisa kami saat itu otot katak sedang dalam proses penegangan akibat shock, otot yang menengang ini membuat katak akan kaku dan menjadi lebih berat. Kondisi katak yang masih shock juga membuat kerja serebellum yang berfungsi memelihara keseimbangan dan koordinasi aksi otot berjalan tidak stabil sehingga keseimbangan tubuh katak tidak nomal
Denyut jantung katak menurun, dikarenakan kesalahan praktikan dalam memotong bagian kepala katak yang lebih tepatnya pada cerebrum dan kesalahan pada alat yang digunakan yaitu gunting yang kurang tajam, sehingga mengakibatkan kepala katak hancur, seharusnya katak mengalami peningkatan denyut jantung dikarenakan hewan mengalami stress
Perlakuan terakhir, bagian serebellum dan medula oblongata di rusak, katak dengan kondisi begini disebut katak spinal. Pada katak spinal sikap badan tidak tegap hanya 10 derajat, karena serebellum yang berfungsi sebagai koordinasi aksi otot telah rusak. Katak spinal tidak bisa melakukan gerak spontan dikarenakan otak bagian serebellum dan medula oblongata telah dirusak, tetapi saat katak dimasukan ke dalam baskom tiba-tiba katak melompat keluar dari baskom, seharusnya katak dalam kondisi spinal katak tersebut tidak dapat melakukan gerak apapun(mati).  Hal tersebut dikarenakan kesalahan praktikan dalam merusak bagian cerebellum dan medula oblongata yaitu perusakannya kurang sempurna, sehingga bagian cerebellum dan medula oblongata masih berfungsi 
            Keseimbangan tidak ada karena pusat keseimbangan yaitu medula oblongata telah dirusak. Hal ini mengakibatkan katak tenggelam saat dimasukan dalam baskom berisi air,namun lama kelamaan katak meloncat keluar, jika medula oblongata telah dirusak seharusnya katak tidak akan meloncat, kesalahan yang mungkin kami lakukan pada  paktikum adlah kurangnya ketelitian, jarum penusuk otak yang diguanakan untuk mengorek otak serebellum dan medula oblongata kurang dalam dimasukan sehingga bagian otak medula oblongata tidak rusak secara sempurna, salah satu fungsi medula oblongata adalah mengatur gerak reflek oleh kaena itu, katak reflek meloncat dari dalam baskom, saat katak lama dimasukkan dalam air kondisi shock yang dialami katak telah pulih dan fungsi medula oblongata masih berfungsi walaupun tidak normal
Simpulan
Otak sangat berperan penting pada tubuh hewan, tanpa otak hewan tidak akan hidup secara normal, hal ini terbukti saat otak katak masih utuh sikap badan, gerak spontan, keseimbangan, kemampuan berenang, frekuensi nafas dan frekuensi denyut jantung katak yang menjadi objek pegamatan berjalan normal. Namun Saat serebrum katak dirusak katak tidak merasakan sakit dan gerakan katak menjadi terbatas, terbukti bahwa serebrum berfungsi sebagai pusat merasakan tekanan, kemauan dan gerak. Serebellum sebagai pengatur kerja otot dan medulla oblongata berfungsi sebagai pusat keseimbangan karena saat kedua bagian tersebut dirusak katak menjadi lemas dan keseimbangan badan hilang. 
Jawab Pertanyaan :
Fungsi cerebrum berfungsi sebagai pengatur motor sistem, pergerakan, tingkah laku, dan tegak tubuh.
Fungsi cerebellum berfungsi sebagai pengatur keseimbangan gerak tubuh, peregerakan, dan sedikit ingatan
Medulla Oblongata berfungsi sebagai Menghantarkan impuls yang datang dari medula spinalis menuju ke otak, Pusat keseimbangan, Mengkoordinasi dan mengendalikan ketepatan gerakan otot dengan baik, Menghantarkan impuls dari otot-otot bagian kiri dan kanan tubuh., Medulla oblongata juga mempengaruhi jembatan refleks fisiologi seperti detak jantung tekanan darah, volume dan kecepatan respirasi, gerak alat pencernaan, dan sekresi kelenjar pencernaan.Selain itu, medulla oblongata juga mengatur gerak refleks yang lain seperti bersin, batuk, dan berkedip.
Medulla Spinalis berfungsi sebagai Pusat gerakan otot tubuh terbesar yaitu dikornu motorik atau kornu ventralis,Mengurus kegiatan refleks spinalis dan refleks tungkai, Menghantarkan rangsangan koordinasi otot dan sendi menuju cerebellum, Mengadakan komunikasi antara otak dengan semua bagian tubuh.        
Daftar Pustaka
Frandson, R. D. 1993. Anatomi dan Fisiologi Ternak. Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.
Ville, C.A., W.F. Walker, Jr. dan R.D. Barnes. 1988. Zoologi Umum. Erlangga, Jakarta.
Pearce, E. 1989. Anatomi dan Fisiologi untuk Paramedis. Gramedia. Jakarta




Tidak ada komentar:

Posting Komentar