Tanggal
Praktikum : 9 September 2014
Dosen
Pembimbing : Dr. Nastiti Kusumorini
Kelompok
Praktikum: A.5
SUSUNAN
SYARAF PUSAT I
Anggota Kelompok :
1.
Muhammad Dzaki (D14130040) ….
2.
Tri Wahyudi (D14130041) ….
3.
Ismail Mayntana (D14130042) ….
4.
Faisal (D14130043) ….
5.
Umi Nur Cholifah (D14130045) ….
DEPARTEMEN
ILMU PRODUKSI DAN TEKNOLOGI PETERNAKAN
FAKULTAS
PETERNAKAN
INSTITUT
PERTANIAN BOGOR
2014
Tujuan
Mempelajari fungsi
bagian-bagian otak katak dengan menghilangkan bagian otak tersebut dan
mengamati reaksi yang timbul. Pengamatan dilakukan terhadap : katak normal,
katak decerebrasi, dan katak spinal.
Dasar
Teori
Sistem saraf merupakan
salah satu sistem koordinasi yang bertugas menyampaikan rangsangan dari
reseptor untuk dideteksi dan direspon oleh tubuh. Pada manusia terdapat sistem
saraf yang jauh lebih berkembang dari pada sistem saraf mahluk lain ( khususnya
otak ). Sistem saraf berfungsi menerima rangsang ( stimulus ) dari lingkungan
atau rangsang yang terjadi di dalam tubuh, mengubah, menghantar dan mengolah
rangsang serta mengkoordinasi dan mengatur fungsi tubuh melalui impuls-impuls
yang di bebaskan dari pusat ke perifer.
Sistem saraf memungkinkan makhluk hidup tanggap dengan cepat terhadap perubahan-perubahan yang terjadi di lingkungan luar maupun dalam. Untuk menanggapi rangsangan, ada tiga komponen yang harus dimiliki oleh sistem saraf, yaitu:
• Reseptor, adalah alat penerima rangsangan atau impuls. Pada tubuh kita yang bertindak sebagai reseptor adalah organ indera.
• Penghantar impuls, dilakukan oleh saraf itu sendiri. Saraf tersusun dari berkas serabut penghubung (akson). Pada serabut penghubung terdapat sel-sel khusus yang memanjang dan meluas. Sel saraf disebut neuron.
• Efektor adalah bagian yang menanggapi rangsangan yang telah diantarkan oleh penghantar impuls. Efektor yang paling penting pada manusia adalah otot dan kelenjar.
Sistem saraf terdiri atas sel-sel saraf yang disebut neuron. Neuron bergabung membentuk suatu jaringan untuk mengantarkan impuls (rangsangan). Satu sel saraf tersusun dari badan sel, dendrit, dan akson.
A. Badan sel
Badan sel saraf merupakan bagian yang paling besar dari sel saraf. Badan sel berfungsi untuk menerima rangsangan dari dendrit dan meneruskannya ke akson. Pada badan sel saraf terdapat inti sel, sitoplasma, mitokondria, sentrosom, badan golgi, lisosom, dan badan nisel. Badan nisel merupakan kumpulan retikulum endoplasma tempat transportasi sintesis protein.
B. Dendrit
Dendrit adalah serabut sel saraf pendek dan bercabang- cabang. Dendrit merupakan perluasan dari badan sel. Dendrit berfungsi untuk menerima dan mengantarkan rangsangan ke badan sel.
C. Akson
Akson disebut neurit. Neurit adalah serabut sel saraf panjang yang merupakan perjuluran sitoplasma badan sel. Di dalam neurit terdapat benang-benang halus yang disebut neurofibril. Neurofibril dibungkus oleh beberapa lapis selaput mielin yang banyak mengandung zat lemak dan berfungsi untuk mempercepat jalannya rangsangan. Selaput mielin tersebut dibungkus oleh sel- sel sachwann yang akan membentuk suatu jaringan yang dapat menyediakan makanan untuk neurit dan membantu pembentukan neurit. Lapisan mielin sebelah luar disebut neurilemma yang melindungi akson dari kerusakan. Bagian neurit ada yang tidak dibungkus oleh lapisan mielin. Bagian ini disebut dengan nodus ranvier dan berfungsi mempercepat jalannya rangsangan.
Sistem saraf memungkinkan makhluk hidup tanggap dengan cepat terhadap perubahan-perubahan yang terjadi di lingkungan luar maupun dalam. Untuk menanggapi rangsangan, ada tiga komponen yang harus dimiliki oleh sistem saraf, yaitu:
• Reseptor, adalah alat penerima rangsangan atau impuls. Pada tubuh kita yang bertindak sebagai reseptor adalah organ indera.
• Penghantar impuls, dilakukan oleh saraf itu sendiri. Saraf tersusun dari berkas serabut penghubung (akson). Pada serabut penghubung terdapat sel-sel khusus yang memanjang dan meluas. Sel saraf disebut neuron.
• Efektor adalah bagian yang menanggapi rangsangan yang telah diantarkan oleh penghantar impuls. Efektor yang paling penting pada manusia adalah otot dan kelenjar.
Sistem saraf terdiri atas sel-sel saraf yang disebut neuron. Neuron bergabung membentuk suatu jaringan untuk mengantarkan impuls (rangsangan). Satu sel saraf tersusun dari badan sel, dendrit, dan akson.
A. Badan sel
Badan sel saraf merupakan bagian yang paling besar dari sel saraf. Badan sel berfungsi untuk menerima rangsangan dari dendrit dan meneruskannya ke akson. Pada badan sel saraf terdapat inti sel, sitoplasma, mitokondria, sentrosom, badan golgi, lisosom, dan badan nisel. Badan nisel merupakan kumpulan retikulum endoplasma tempat transportasi sintesis protein.
B. Dendrit
Dendrit adalah serabut sel saraf pendek dan bercabang- cabang. Dendrit merupakan perluasan dari badan sel. Dendrit berfungsi untuk menerima dan mengantarkan rangsangan ke badan sel.
C. Akson
Akson disebut neurit. Neurit adalah serabut sel saraf panjang yang merupakan perjuluran sitoplasma badan sel. Di dalam neurit terdapat benang-benang halus yang disebut neurofibril. Neurofibril dibungkus oleh beberapa lapis selaput mielin yang banyak mengandung zat lemak dan berfungsi untuk mempercepat jalannya rangsangan. Selaput mielin tersebut dibungkus oleh sel- sel sachwann yang akan membentuk suatu jaringan yang dapat menyediakan makanan untuk neurit dan membantu pembentukan neurit. Lapisan mielin sebelah luar disebut neurilemma yang melindungi akson dari kerusakan. Bagian neurit ada yang tidak dibungkus oleh lapisan mielin. Bagian ini disebut dengan nodus ranvier dan berfungsi mempercepat jalannya rangsangan.
Katak decerebrasi
adalah katak yang telah dihilangkan cerebrumnya. Katak spinal adalah katak yang
tinggal memiliki medulla spinalis saja. Cerebrum, cerebellum, dan medula oblongatanya
telah dirusak.
Bahan
dan Alat
·
Katak
·
Alat diseksi
·
Skapel
·
Gunting
·
Pinset
·
Baskom berisi air
·
arloji
Tata
Kerja
Pengamatan-pengamatan
harus dicatat. Data ditulis dalam isian yang disediakan.
A. Amatilah
reaksi-reaksi berikut pada katak normal.
1. Sikap
badan (posture), deskripsikan!
2. Gerakan-gerakan
spontan, apakah katak bergerak secara spontan ? (tanpa dirangsang)
3. Keseimbangan
badan (reflek bangkit), letakkan katak pada punggungnya. Apakah katak segera
bangkit atau tidak ?
4. Kemampuan
berenang, deskripsikan!
5. Frekuensi
napas (amati gerakan-gerakan bagian dasar mulut.)
6. Frekuensi
dnyut jantung (amati gerakan-gerakan lembut pada bagian sentral di sebelah
posterior garis yang menghubungkan kedua kaki depan jika diregangkan.)
Catatlah hasilnya pada
isiian yang disediakan.
B. Deserebrasi
Dengan gunting runcing yang tajam,
potonglah dengan cepat otaknya melintang sepanjang garis yang menghubungkan
tepi-tepi anterior dari kedua gendang telinga (membrane tympani yang terletak
di belakang dan di bawah kedua mata). Tunggulah 5 menit agar katak bebas dari
keadaan “shock”, kemudian catatlah reaksi-reaksi seperti pada A, pemotongan itu
biasanya anterior dari thalamus.
C. Katak
spinal
Rusakkan serebelum dan medulla
oblongata dengan menusukkan jarum penusuk otak kira-kira 1-11/4 cm ke belakang
dari tempat pemotongan terakhir. Putarkan kawatnya untuk merusakkan tenunan
sarafnya. Berikan waktu 5 menit untuk kembali dari “shock” dan catat
reaksi-reaksinya lagi.
Hasil
Pengamatan
|
Perlakuan
|
Katak
normal
|
Katak
deserebrasi
|
Katak
spinal
|
|
Sikap badan
|
45 derajat, normal dan tegak
|
20 derajat, masih bergerak, perutnya mulai
mengempis
|
10 derajat,
buruk, perutnya semakin kempes dan lemas
|
|
Gerak spontan
|
++
Melompat, aktif |
+
melompat
|
-
Tidak aktif
|
|
Keseimbangan
|
++
baik
|
+
Masih ada, namun tidak normal
|
_
Tidak ada
|
|
Berenang
|
Punggung dan kepala diatas air, gerakan kaki
lincah dan bagus
|
Tenggelam
|
Tenggelam
Lama kelamaan melompat dari baskom
|
|
Frekuensi nafas
|
73 / menit
|
10 / menit
|
10 / menit
|
|
Frekuensi
denyut jantung
|
56 / menit
|
40 / menit
|
50 / menit
|
Pembahasan
Pada katak normal sikap
badannya tegak dan sedikit agresif, saat diberi perlakuan bergerak dengan aktif
masih sering melompat-lompat, keseimbangan badannya masih sangat bagus, katak
akan segera bangkit saat diletakkan pada posisi terbalik, kemampuan berenang
sangat bagus kayuhan kakinya masih sangat akurat dan kuat, frekuensi nafas
serta denyut jantung cepat. Hal ini dapat terjadi karena fungsi bagian-bagian
otak pada katak belum ada yang dihilangkan dan masih berfungsi dengan baik.
Otak cerebrum berfungsi
sebagai pusat penglihatan, pusat merasakan panas, dingin, sentuhan dan tekanan,
sebagai pusat perkembangan kecerdasan, kemauan, ingatan serta sikap, sehingga
saat katak telah di potong bagian cerebrumnya tidak akan merasakan sakit lagi. Pada katak yang telah
diserebrasi, yaitu katak yang telah dihilangkan bagian otak besarnya
(cerebrum). Terlihat Sikap badan katak menunjukkan posisi 20 derajat, hal ini
salah karena setelah serebrum di rusak otot katak akan mengalami kekakuan,
akibat dari kekakuan otot itu seharusnya posisi tubuh katak akan lebih tegak
melebihi katak normal yang belum dihilangkan serebrumnya. Gerak spontan pada
katak masih ada, katak meloncat bila diberi gangguan.
Katak yang di masukan dalam air tenggelam,
hal ini terjadi karena kelompok kami terburu-buru saat melakukan pengamatan,
setelah di potong katak harus di biarkan beberapa saat untuk menghilangkan
shock dan untuk menunggu efek yang timbul. Katak yang tenggelam dalam air
menurut analisa kami saat itu otot katak sedang dalam proses penegangan akibat
shock, otot yang menengang ini membuat katak akan kaku dan menjadi lebih berat.
Kondisi katak yang masih shock juga membuat kerja serebellum yang berfungsi
memelihara keseimbangan dan koordinasi aksi otot berjalan tidak stabil sehingga keseimbangan tubuh katak tidak nomal
Denyut jantung katak menurun, dikarenakan kesalahan praktikan dalam
memotong bagian kepala katak yang lebih tepatnya pada cerebrum dan kesalahan
pada alat yang digunakan yaitu gunting yang kurang tajam, sehingga
mengakibatkan kepala katak hancur, seharusnya katak mengalami peningkatan
denyut jantung dikarenakan hewan mengalami stress
Perlakuan terakhir, bagian serebellum dan medula oblongata di rusak, katak
dengan kondisi begini disebut katak spinal. Pada katak spinal sikap badan tidak
tegap hanya 10 derajat, karena serebellum yang berfungsi sebagai koordinasi aksi
otot telah rusak. Katak spinal tidak bisa melakukan gerak spontan dikarenakan
otak bagian serebellum dan medula oblongata telah dirusak, tetapi saat katak
dimasukan ke dalam baskom tiba-tiba katak melompat keluar dari baskom,
seharusnya katak dalam kondisi spinal katak tersebut tidak dapat melakukan
gerak apapun(mati). Hal tersebut
dikarenakan kesalahan praktikan dalam merusak bagian cerebellum dan medula oblongata
yaitu perusakannya kurang sempurna, sehingga bagian cerebellum dan medula
oblongata masih berfungsi
Keseimbangan tidak ada karena pusat keseimbangan yaitu
medula oblongata telah dirusak. Hal ini mengakibatkan katak tenggelam saat
dimasukan dalam baskom berisi air,namun lama kelamaan katak meloncat keluar,
jika medula oblongata telah dirusak seharusnya katak tidak akan meloncat,
kesalahan yang mungkin kami lakukan pada
paktikum adlah kurangnya ketelitian, jarum penusuk otak yang diguanakan
untuk mengorek otak serebellum dan medula oblongata kurang dalam dimasukan
sehingga bagian otak medula oblongata tidak rusak secara sempurna, salah satu
fungsi medula oblongata adalah mengatur gerak reflek oleh kaena itu, katak
reflek meloncat dari dalam baskom, saat katak lama dimasukkan dalam air kondisi
shock yang dialami katak telah pulih dan fungsi medula oblongata masih
berfungsi walaupun tidak normal
Simpulan
Otak sangat berperan
penting pada tubuh hewan, tanpa otak hewan tidak akan hidup secara normal, hal
ini terbukti saat otak katak masih utuh sikap badan, gerak spontan,
keseimbangan, kemampuan berenang, frekuensi nafas dan frekuensi denyut jantung katak
yang menjadi objek pegamatan berjalan normal. Namun Saat serebrum katak dirusak
katak tidak merasakan sakit dan gerakan katak menjadi terbatas, terbukti bahwa
serebrum berfungsi sebagai pusat merasakan tekanan, kemauan dan gerak.
Serebellum sebagai pengatur kerja otot dan medulla oblongata berfungsi sebagai
pusat keseimbangan karena saat kedua bagian tersebut dirusak katak menjadi lemas
dan keseimbangan badan hilang.
Jawab
Pertanyaan :
Fungsi cerebrum berfungsi sebagai pengatur motor
sistem, pergerakan, tingkah laku, dan tegak tubuh.
Fungsi
cerebellum berfungsi sebagai pengatur keseimbangan gerak tubuh, peregerakan,
dan sedikit ingatan
Medulla
Oblongata berfungsi sebagai Menghantarkan
impuls yang datang dari medula spinalis menuju ke otak, Pusat keseimbangan,
Mengkoordinasi dan mengendalikan ketepatan gerakan otot dengan baik, Menghantarkan impuls dari otot-otot bagian kiri
dan kanan tubuh., Medulla oblongata juga mempengaruhi jembatan refleks
fisiologi seperti detak jantung tekanan darah, volume dan kecepatan respirasi,
gerak alat pencernaan, dan sekresi kelenjar pencernaan.Selain itu, medulla
oblongata juga mengatur gerak refleks yang lain seperti bersin, batuk, dan
berkedip.
Medulla Spinalis
berfungsi sebagai Pusat gerakan otot tubuh terbesar yaitu
dikornu motorik atau kornu ventralis,Mengurus kegiatan refleks spinalis dan
refleks tungkai, Menghantarkan rangsangan koordinasi otot dan sendi menuju
cerebellum, Mengadakan komunikasi antara otak dengan semua bagian tubuh.
Daftar
Pustaka
Frandson,
R. D. 1993. Anatomi dan Fisiologi Ternak. Gadjah Mada University Press,
Yogyakarta.
Ville,
C.A., W.F. Walker, Jr. dan R.D. Barnes. 1988. Zoologi Umum. Erlangga, Jakarta.
Pearce,
E. 1989. Anatomi dan Fisiologi untuk Paramedis. Gramedia. Jakarta
Tidak ada komentar:
Posting Komentar