Minggu, 12 Oktober 2014

Pennisetum Purpureum









Nama hijauan              : pennisetum purpureum
Nama lokal                  : rumput gajah
Kerajaan
         : Plantae
(tidak termasuk)
         : Monocots
(tidak termasuk)
         : Commelinids
Ordo:
         : Poales
Famili:
         : Poaceae
Bangsa:
         : Paniceae
Genus:
         : Pennisetum

Anggota kelompok :   1. Umi nur cholifah                D14130045
2. Putri Novi Yanti Harahap   D14130104
Morfologi                    : rumput
Tipe bunga                  : tipe spike
Habibat                       : Afrika: Kenya, Tanzania, Uganda, Ethiopia, Angola, Malawi, Mozambik, Zambia, Zimbabwe, Pantai Gading, Ghana, Guinea, Liberia, Nigeria, Sierra Leone, Togo, Kamerun.
Umumnya ditemukan di sepanjang sungai
, pinggiran hutan, pematang sawah dan  pada tanah yang subur
                                    Di alam liar, biasanya hanya ditemukan di daerah dengan curah hujan> 1.000 mm, dan di tepi sungai di daerah curah hujan rendah. Meskipun sangat toleran kekeringan berdasarkan sistem akar yang mendalam, membutuhkan kelembaban yang baik untuk produksi. Tidak mentolerir banjir atau genangan air yang berkepanjangan. Tumbuh subur di permukaan tanah dengan ketinggian 2000 meter di atas permukaan laut.
Produksi                     : Panen pertama rumput gajah dilakukan pada umur 90 hari pasca-tanam. Panen selanjutnya 40 hari sekali pada musim hujan dan 60 hari sekali pada musim kemarau. Tinggi pemotongan dari permukaan tanah kira-kira 10-15 cm. Produksi hijauan rumput gajah antara 100-200 ton rumput segar per hektar per tahun.  Peremajaan tanaman tua dilakukan setelah 4-6 tahun untuk diganti dengan tanaman yang baru. Penanaman rumput gajah dapat dilakukan secara tumpang sari dengan tanaman lain, misalnya ketela pohon atau jagung. Tanaman ini berfungsi untuk mengurangi terpaan hembusan angin yang merobohkan tanaman lain. Penanaman rumput gajah dapat dilakukan di ladang, guludan, dan pematang sawah. Laju pertumbuhan tanaman rumput gajah relatif cepat karena memiliki respons tinggi terhadap tanah yang subur.  Bila dirawat dengan baik dan dilakukan pemotongan secara berkala maka pertumbuhannya cepat.. Penanaman Rumput Gajah sangat mudah, hanya dengan menanam batangnya dengan sudut tanam 45 derajat dengan panjang tiga sampai lima ruas. Setiap ruas akan muncul daun baru. Selain itu, tanaman ini juga cepat menyebar ke samping menjadi rumpun.
Antinutrisi                  : Asam sianida (HCN) banyak terdapat pada rumput budidaya, berdasaekan kandungan HCN pakan dapat dibagi menjadi 5 kelompok
a.>250 ppm : masih rendah dan belum bahaya
b.250-500 ppm : rendah dan belum bahay
c.500-750 ppm : sedang, namun sudah diragukan
d.750-1200 ppm: tinggi dan sudah berbahay
e.>1200 ppm : sanagt tinggi dan sangat berbahaya
                                    asam sitrat terdapat pada hampir semua bahan pakan ternak, terutama pada bagian daun tanaman makanan ternak. Pakan ternak yang mengandung asam sitrat 2% sudah membahayakan bagi ternak. Batas toksisitas ternak ruminansia terhadap asam sitrat adalah 1 g  NO3/kg bobot badan. Asam oksalat banyak dijumpai di dalam tanaman, termasuk tanaman hijauan pakan ternak, terutama bagian daun.
Varietas                      : Rumput gajah mempunyai beberapa varietas, antara lain varietas Afrika dan Hawai. Varietas Afrika ditandai dengan batang dan daun kecil, tumbuh tegak, berbunga, dan produksi lebih rendah dari varietas Hawai. Varietas Hawai ditandai dengan batang dan daun lebar, pertumbuhan rumpun sedikit menyamping, produksi lebih tinggi, juga berbunga.
Manfaat                       : Rumput Gajah banyak dibudidaya untuk keperluan makanan ternak Untuk penggemukan sapi, kebutuhan minimal berkisar 1,5-0,8 bahan kering dari bobot sapi yang digemukkan. Jadi, seekor sapi yang akan digemukkan berbobot 200 kg akan diberikan rumput gajah segar yang mengandung 21% bahan kering. Dengan demikian, kebutuhan minimal hijauan sapi yang akan digemukkan itu adalah 200x0,5/100x1kg= 1.0 kg bahan kering atau 4,8 kg bentuk segar rumput gajah Namun, dikarenakan selalu ada bagian yang tidak dimakan (sisa batang), maka pemberian dilebihi 5% dari kebutuhan, jadi kira kira rumput gajah segar yang akan diberikan kepada sapi yang akan digemukkan sebanyak 105/100 x 4,8 kg = 5, 05 kg.Selain sebagai makanan ternak, rumput gajah dapat dimanfaatkan untuk bahan produksi fiber, penahan erosi tanah, maupun sebagai pagar.
Penelitian terbaru        : Penelitian ini bertujuan untuk mengamati perkembangan morfologi, karakteristik, produksi dan kualitas rumput gajah kultivar Taiwan, King dan Mott, serta mengamati perubahan total non-structural carbohydrates (TNC) (total karbohidrat non-stuktural)  rumput gajah kultivar Taiwan. Penelitian tahap pertama dan kedua menggunakan rancangan percobaan pola faktorial. Tiga kultivar (Taiwan, King dan Mott) dan dua fase pertumbuhan (vegetatif dan reproduktif) digunakan untuk menentukan indeks mean stage count (MSC), karakateristik pertumbuhan, produksi bobot kering (Bk), protein kasar (PK), neutral detergent fiber (NDF), acid detergent fiber (ADF), acid detergent lignin (ADL), kecernaan bahan kering (KcBK), kecernaan bahan organik (KcBO) dan kecernaan NDF (KcNDF). Rancangan percobaan pola faktorial, dua fase pertumbuhan (vegetatif dan reproduktif ) dan 4 pertumbuhan kembali (0, 4, 8 dan 12) hari setelah defoliasi dan 3 ulangan untuk menentukan TNC pangkal batang dan anakan dan TNC akar rumput gajah kultivar Taiwan. Hasil penelitian pertama menunjukkan bahwa indeks MSC ( jmlah rata-rata stek ) dan SMSC kultivar Taiwan lebih tinggi dibanding kultivar Mott, tetapi MSC dan SMSC kultivar Taiwan tidak berbeda dengan kultivar King dan kultivar Mott tidak berebeda dengan kultivar King. Indeks MSC dan SMSC meningkat pada fase reproduktif. Panjang ruas dan diameter batang lebih tinggi pada kultivar Taiwan dan King dibanding dengan kultivar Mott. Interaksi antara kultivar dengan fase pertumbuhan ditemukan pada rasio daun batang, tinggi tanaman dan produksi bahan kering. Rasio daun batang tertinggi pada interaksi kultivar dengan fase pertumbuhan yaitu: Mott-vegetatif, Mott-reproduktif, King-vegetatif, Taiwanvegetatif, King-reproduktif dan Taiwan reproduktif. Tinggi tanaman tertinggi pada interaksi kultivar dengan fase pertumbuhan yaitu:Taiwan-reproduktif, Kingreproduktif, Taiwan vegetatif, King-vegetatif, Mott-reproduktif dan Mott-vegetatif. Produksi bahan kering tertinggi pada interaksi kultivar dengan fase pertumbuhan yaitu:Taiwan-reproduktif, King-reproduktif, Mott-reproduktif, Taiwan-vegetatif, King-vegetatifdan Mott-vegetatif. Hasil penelitian kedua menunjukkan bahwa kandungan protein kasar tertinggi terdapat pada kultivar Mott, sedangkan NDF, ADF dan ADL tertinggi terdapat pada kultivar Taiwan dan King. Kandungan NDF, ADF, ADL meningkat dan protein kasar menurun pada fase reprroduktif. Terdapat interaksi antara kultivar dengan fase pertumbuhan terhadap KCBK, KcBO dan KcNDF. KcBK dan KcBO tertinggi terdapat pada interaksi kultivar dengan fase pertumbuhan yaitu: Mott-vegetatif disusul oleh Mott-reproduktif, King-vegetatif, Taiwan-vegetatif, King-reproduktif dan Taiwan-reproduktif, sedangkan pada KcNDF pada kombinasi Mott-vegetatif disusul oleh Mottreproduktif, King-vegetatif, Taiwan-vegetatif, Taiwan-reproduktif dan Kingreproduktif. Penelitian ketiga menunjukkan bahwa terdapat interaksi antara fase pertumbuhan dengan pertumbuhan kembali terhadap TNC pangkal batang dan anakan dan TNC akar. Kandungan TNC pangkal batang dan anakan pada fase vegetatif lebih rendah dibanding dengan fase reproduktif. Terjadi penurunan TNC pada pangkal batang dan anakan pada fase vegetatif maupun pada fase reproduktif sampai hari ke- 12. Kandungan TNC akar pada fase vegetatif lebih rendah dibanding dengan fase reproduktif. Terjadi penurunan TNC akar pada fase vegetatif maupun pada fase reproduktif. Penurunan TNC akar pada fase vegetatif berlangsung lebih lambat dan mencapai nilai minimum pada hari ke- 7,93; kemudian mulai meningkat pada hari ke-12. Kejadian sebaliknya pada fase reproduktif, penurunan TNC masih tetap berlangsung sampai pada hari ke- 12.

pustaka                       : Budiman. 2012. studi perkembangan morfologi pada fase vegetatif dan reproduktif tiga kultivar rumput gajah (pennisetum purpureum schum) [disertasi]. Universitas Gajah Mada



Penilaian
Nama
Nilai
Dosen
Nilai
Akhir
umi
novi
1.                                                                 Umi nur cholifah




2.                                                                 Putri novi yanti harahap