INSTITUT PERTANIAN BOGOR
BOGOR
2014
Hasil
Pengamatan
|
|
1
|
2
|
3
|
4
|
5
|
6
|
7
|
|
Bagian
Eksperimen
|
Keseimba
ngan
|
Mengangkat
papan
|
Memutar
papan
|
Sikap
badan
|
Gerak
spontan
|
Frekuensi
nafas
|
Mengembang
dan
berenang
|
|
A.
Katak
Normal
|
++
Bagus
Langsung
Bangkit
|
Selaput
Kelopak
Mata
Menutup,
Mempertahankan
posisi tubuh
|
Berlawanan
arah
Papan diputar
ke kanan, katak memutar ke kiri
|
45º bagus
|
++
Melon
cat, lincah
|
70/menit
|
++
Kepala
diatas, kaki dikayuh
|
|
B.
Inhibisi
dengan
Ikatan
Tali
|
+
Agak kesulitan
membalikkan badan
|
Selaput
kelopak mata menutup, pertahanan posisi tubu berkurang
|
Berlawanan
arah, namun lama dalam meres
pon
|
30º
|
+
Melon
cat
|
75/menit
|
+
Kemampuan
berenang berkurang
|
|
Tanpa
Ikatan
Tali
|
++
Respon
Membali
kan
badan cepat
|
Selaput
Kelopak
Mata
Menutup,
Mempertahankan
posisi tubuh
|
Berlawanan
arah
Papan diputar
ke kanan, katak memutar ke kiri
|
40º
|
++
Melon
cat
|
70/menit
|
++
Aktif,
Kepala diatas, kaki dikayuh
|
|
C.
Katak
Spinal
|
-
|
-
Diam
|
-
|
-
|
-
|
-
|
Tenggelam
|
D. Respon
dari reflek sederhana
a. Cubitan
sedang : Homolateral
b. Cubitan
kuat : Heterolateral
c. H2SO4
0.2 % : Homolateral, 3 detik
d. H2SO4
0,4 % : Heterolateral, 5 detik
Pembahasan
Pada katak normal sikap badannya tegak dan sedikit
agresif, saat diberi perlakuan bergerak dengan aktif masih sering
melompat-lompat, keseimbangan badannya masih sangat bagus, katak akan segera
bangkit saat diletakkan pada posisi terbalik, kemampuan berenang sangat bagus
kayuhan kakinya masih sangat akurat dan kuat, frekuensi nafas cepat. Pada saat katak diletakan di papan dan
kemudian praktikan mengangkat papan secara tiba-tiba, katak pun memberikan
reaksi dengan Selaput kelopak mata menutup, mempertahankan posisi tubuh. Pada saat katak diletakkan di atas papan
kemudian papan tersebut di putar, katak memberikan reaksi dengan mempertahankan
posisinya, apabila papan di putar ke sebelah kanan maka katak akan
mencondongkan badannya ke kiri dan sebaliknya, sehingga katak tidak jatuh. Hal ini dapat terjadi karena fungsi
bagian-bagian otak pada katak belum ada yang dihilangkan dan masih berfungsi
dengan baik.
Inhibisi adalah proses penghambatan otot-otot yang sedang
aktif. Pada perlakuan kedua, katak
diinhibisi dengan mengikat kedua kaki depan katak. Katak pada perlakuan kedua, sikap badan katak
sedikit menurun, saat diberi perlakuan gerak, katak masih sering lompat-lompat
tapi tidak terlalu sering, keseimbangan katak agak sedikit kesulitan untuk
membalikan badan dan kemampuan berenang katak pun berkurang. Saat katak diletakan pada papan dan kemudian
praktikan mengangkat papan tersebut dengan tiba-tiba, katak memberikan reaksi
dengan selaput kelopak mata menutup, tetapi pertahanan posisi tubuh berkurang
dibandingkan pada saat katak normal.
Pada saat katak diletakan pada papan kemudian papan diputar, katak
memberikan reaksi dengan mempertahankan posisinya, apabila papan di putar ke
sebelah kanan maka katak akan mencondongkan badannya ke sebelah kiri dan
sebaliknya, tetapi respon tersebut agak kurang cepat dan pada perlakuan kedua
ini frekuensi pernapasan katak meningkat sedikit atau bisa dibilang masih
normal. Hal ini dikarenakan pengikatan
tali pada kaki depan katak menyebabkan pergerakan otot-otot katak yang aktif
menjadi terhambat.
Pada perlakuan ketiga, katak dilepaskan talinya setelah
pada perlakuan kedua kaki depan katak diikat dengan tali. Pada perlakuan ketiga ini, sikap badan katak
meningkat tapi tidak setegak pada katak normal, saat diberi perlakuan gerak
katak menjadi agresif kembali dan sering melompat-lompat, kemampuan berenang
katak pun kembali normal. Pada saat
katak di taruh di papan kemudian praktikan mengangkatnya tiba-tiba, katak
memberikan reaksi dengan menutup selaput kelopak mata dan mempertahankan
tubuhnya supaya tidak jatuh. Pada
perlakuan selanjutnya, katak diletakkan pada papan kemudian diputar, katak
memberikan reaksi, apabila di putar kesebelah kanan maka katak akan
mencondongkan badannya kesebelah kiri dan sebaliknya sehinnga katak tidak
jatuh. Frekuensi pernapasan katak
menurun sedikit daripada sebelum atau bisa dibilang masih normal. Hal ini dikarenakan dihilangkannya inhibisi
katak yaitu dengan melepas pengikat kaki depan katak, sehingga otot-otot
sebagai reseptor atau penerima rangsang yang aktif kembali bekerja dengan normal.
Perlakuan
terakhir, bagian serebrum, serebellum dan medula oblongata di rusak, katak dengan kondisi begini
disebut katak spinal.
Pada katak spinal, sikap badan sudah tidak ada karena serebellum yang berfungsi sebagai koordinasi aksi
otot telah dihilangkan Katak spinal tidak bisa melakukan gerak spontan dikarenakan otak bagian
serebellum dan medula oblongata telah dihilangkan, kemampuan
berenang pun sudah tidak ada karena saat praktikan memasukan kedalam baskom
katak tersebut tenggelam. Pada saat
katak ditaruh di papan kemudian praktikan mengangkat papannya secara tiba-tiba,
katak tidak memberikan reaksi apapun atau diam saja. Pada saat katak ditaruh di papan kemudian
praktikan memutarnya katak pun tidak memberikan reaksi apapun. Frekuensi pernapasan pada katak spinal pun
sudah tidak ada.
Perlakuan yang keempat katak di gantung dan di cubit jari
kakinya. Saat diberikan cubitan sedang
di jari sebelah kanan menggunakan penjepit hanya kaki kananya yang bergerak ,
hal ini berarti katak memberikan respon homolateral yaitu reaksi yang terjadi
pada sebelah badan yang sama. Sedangkan saat diberikan cubitan kuat disebelah
jari kanannya, kaki sebelah kiri bergerak, katak memberikan respon
heterolateral yaitu respon yang terjadi pada bagian tubuh yang berlawanan.
Perlakuan yang terakhir jari katak di lukai dan dicelupkan kedalam larutan H2SO4
0,2% dan H2SO4 0,4%, katak merespon
secara homolateral selama 3 detik saat di celupkan kedala larutan H2SO4 0,% dan
merespon secara heterolateral selama 5 detik saat dicelupkan kedalam larutan
H2SO4 0,4%.. katak dapat merespon secara reflek karena medulla spinalisnya
masih ada.
Simpulan
Reseptor sangat berperan penting dalam gerak respon yang
diberikan saat ada rangsangan diteriama, jika fungsi reseptor sebagai penerima
rangsang di inhibasi atau dihambat katak tidak dapat merespon secara cepat.
Gerak reflek atau gerak yang terjadi tanpa disadari dipengaruhi oleh medulla
spinalis karena katak masih bisa memberikan respon walaupun serebrum,serebellum
dan medulla oblongatanya telah dirusak, gerak reflek tidak hanya terjadi pada
bagian tubuh yang diberikan rangsangan tetapi dapat juga bagian tubuh yang lain
Jawaban
pertanyaan
1. Di
tangan dan jari kaki, otak bagian katak spinalis dan sumsum tulang belakang
yang menjadi pengatur gerak reflek
2. Hampir
semua reaksi ada bagian otak tertentu yang mengatur
Daftar Pustaka
Chusid. 1993. Neuro Fisiologi. Gadjah Mada. University Press. Yogyakarta.
Ville, C.A., W.F. Walker, Jr. dan R.D. Barnes. 1988.
Zoologi Umum. Erlangga: Jakarta.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar