Minggu, 12 Oktober 2014

LAPORAN SUSUNAN SYARAF PUSAT II

 INSTITUT PERTANIAN BOGOR
BOGOR
2014

Hasil Pengamatan


1
2
3
4
5
6
7
Bagian
Eksperimen
Keseimba
ngan
Mengangkat
papan
Memutar
papan
Sikap
badan
Gerak
spontan
Frekuensi
nafas
Mengembang
dan
berenang
A.    Katak
Normal
++
Bagus
Langsung
Bangkit
Selaput
Kelopak
Mata
Menutup,
Mempertahankan posisi tubuh
Berlawanan arah
Papan diputar ke kanan, katak memutar ke kiri
45º bagus
++
Melon
cat, lincah
70/menit
++
Kepala diatas, kaki dikayuh
B.     Inhibisi
dengan
Ikatan
Tali
+
Agak kesulitan membalikkan badan
Selaput kelopak mata menutup, pertahanan posisi tubu berkurang
Berlawanan arah, namun lama dalam meres
pon
30º

+
Melon
cat
75/menit
+
Kemampuan berenang berkurang
Tanpa
Ikatan
Tali
++
Respon Membali
kan badan cepat
Selaput
Kelopak
Mata
Menutup,
Mempertahankan posisi tubuh
Berlawanan arah
Papan diputar ke kanan, katak memutar ke kiri
40º

++
Melon
cat
70/menit
++
Aktif, Kepala diatas, kaki dikayuh
C.     Katak
Spinal
-
-
Diam
-
-
-
-
Tenggelam


D.    Respon dari reflek sederhana

a.       Cubitan sedang      : Homolateral
b.      Cubitan kuat           : Heterolateral
c.       H2SO4 0.2 %         : Homolateral, 3 detik
d.      H2SO4 0,4 %         : Heterolateral, 5 detik
Pembahasan
            Pada katak normal sikap badannya tegak dan sedikit agresif, saat diberi perlakuan bergerak dengan aktif masih sering melompat-lompat, keseimbangan badannya masih sangat bagus, katak akan segera bangkit saat diletakkan pada posisi terbalik, kemampuan berenang sangat bagus kayuhan kakinya masih sangat akurat dan kuat, frekuensi nafas cepat.  Pada saat katak diletakan di papan dan kemudian praktikan mengangkat papan secara tiba-tiba, katak pun memberikan reaksi dengan Selaput kelopak mata menutup, mempertahankan posisi tubuh.  Pada saat katak diletakkan di atas papan kemudian papan tersebut di putar, katak memberikan reaksi dengan mempertahankan posisinya, apabila papan di putar ke sebelah kanan maka katak akan mencondongkan badannya ke kiri dan sebaliknya, sehingga katak tidak jatuh.  Hal ini dapat terjadi karena fungsi bagian-bagian otak pada katak belum ada yang dihilangkan dan masih berfungsi dengan baik.

            Inhibisi adalah proses penghambatan otot-otot yang sedang aktif.  Pada perlakuan kedua, katak diinhibisi dengan mengikat kedua kaki depan katak.  Katak pada perlakuan kedua, sikap badan katak sedikit menurun, saat diberi perlakuan gerak, katak masih sering lompat-lompat tapi tidak terlalu sering, keseimbangan katak agak sedikit kesulitan untuk membalikan badan dan kemampuan berenang katak pun berkurang.  Saat katak diletakan pada papan dan kemudian praktikan mengangkat papan tersebut dengan tiba-tiba, katak memberikan reaksi dengan selaput kelopak mata menutup, tetapi pertahanan posisi tubuh berkurang dibandingkan pada saat katak normal.  Pada saat katak diletakan pada papan kemudian papan diputar, katak memberikan reaksi dengan mempertahankan posisinya, apabila papan di putar ke sebelah kanan maka katak akan mencondongkan badannya ke sebelah kiri dan sebaliknya, tetapi respon tersebut agak kurang cepat dan pada perlakuan kedua ini frekuensi pernapasan katak meningkat sedikit atau bisa dibilang masih normal.  Hal ini dikarenakan pengikatan tali pada kaki depan katak menyebabkan pergerakan otot-otot katak yang aktif menjadi terhambat.

            Pada perlakuan ketiga, katak dilepaskan talinya setelah pada perlakuan kedua kaki depan katak diikat dengan tali.  Pada perlakuan ketiga ini, sikap badan katak meningkat tapi tidak setegak pada katak normal, saat diberi perlakuan gerak katak menjadi agresif kembali dan sering melompat-lompat, kemampuan berenang katak pun kembali normal.  Pada saat katak di taruh di papan kemudian praktikan mengangkatnya tiba-tiba, katak memberikan reaksi dengan menutup selaput kelopak mata dan mempertahankan tubuhnya supaya tidak jatuh.  Pada perlakuan selanjutnya, katak diletakkan pada papan kemudian diputar, katak memberikan reaksi, apabila di putar kesebelah kanan maka katak akan mencondongkan badannya kesebelah kiri dan sebaliknya sehinnga katak tidak jatuh.  Frekuensi pernapasan katak menurun sedikit daripada sebelum atau bisa dibilang masih normal.  Hal ini dikarenakan dihilangkannya inhibisi katak yaitu dengan melepas pengikat kaki depan katak, sehingga otot-otot sebagai reseptor atau penerima rangsang  yang aktif kembali bekerja dengan normal.

            Perlakuan terakhir, bagian serebrum, serebellum dan medula oblongata di rusak, katak dengan kondisi begini disebut katak spinal.  Pada katak spinal, sikap badan sudah tidak ada karena serebellum yang berfungsi sebagai koordinasi aksi otot telah dihilangkan Katak spinal tidak bisa melakukan gerak spontan dikarenakan otak bagian serebellum dan medula oblongata telah dihilangkan, kemampuan berenang pun sudah tidak ada karena saat praktikan memasukan kedalam baskom katak tersebut tenggelam.  Pada saat katak ditaruh di papan kemudian praktikan mengangkat papannya secara tiba-tiba, katak tidak memberikan reaksi apapun atau diam saja.  Pada saat katak ditaruh di papan kemudian praktikan memutarnya katak pun tidak memberikan reaksi apapun.  Frekuensi pernapasan pada katak spinal pun sudah tidak ada.
            Perlakuan yang keempat katak di gantung dan di cubit jari kakinya. Saat  diberikan cubitan sedang di jari sebelah kanan menggunakan penjepit hanya kaki kananya yang bergerak , hal ini berarti katak memberikan respon homolateral yaitu reaksi yang terjadi pada sebelah badan yang sama. Sedangkan saat diberikan cubitan kuat disebelah jari kanannya, kaki sebelah kiri bergerak, katak memberikan respon heterolateral yaitu respon yang terjadi pada bagian tubuh yang berlawanan. Perlakuan yang terakhir jari katak di lukai dan dicelupkan kedalam larutan H2SO4 0,2%  dan H2SO4 0,4%, katak merespon secara homolateral selama 3 detik saat di celupkan kedala larutan H2SO4 0,% dan merespon secara heterolateral selama 5 detik saat dicelupkan kedalam larutan H2SO4 0,4%.. katak dapat merespon secara reflek karena medulla spinalisnya masih ada.

Simpulan
            Reseptor sangat berperan penting dalam gerak respon yang diberikan saat ada rangsangan diteriama, jika fungsi reseptor sebagai penerima rangsang di inhibasi atau dihambat katak tidak dapat merespon secara cepat. Gerak reflek atau gerak yang terjadi tanpa disadari dipengaruhi oleh medulla spinalis karena katak masih bisa memberikan respon walaupun serebrum,serebellum dan medulla oblongatanya telah dirusak, gerak reflek tidak hanya terjadi pada bagian tubuh yang diberikan rangsangan tetapi dapat juga bagian tubuh yang lain

Jawaban pertanyaan
1.      Di tangan dan jari kaki, otak bagian katak spinalis dan sumsum tulang belakang yang menjadi pengatur gerak reflek
2.      Hampir semua reaksi ada bagian otak tertentu yang mengatur












Daftar Pustaka

Chusid. 1993. Neuro Fisiologi. Gadjah Mada. University Press. Yogyakarta.
Ville, C.A., W.F. Walker, Jr. dan R.D. Barnes. 1988. Zoologi Umum. Erlangga: Jakarta.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar